Pilih produk yang ingin anda beli. Klik Detail, lalu klik tombol Add to Cart
Klik tombol View Your Cart yang ada di atas halaman (header) sehingga muncul pop up keranjang belanja. Klik tombol Check Out With
Isikan alamat tujuan pengiriman, kemudian klik tombol Terapkan untuk menampilkan opsi layanan pengiriman yang diinginkan. Pilih salah satu layanan pengiriman. Kemudian Isi detail pengeriman seperti nama, nomor telpon dan lain-lain.
Kirim bukti transfer di halaman Konfirmasi Transfer. Bukti transfer berformat gambar dan tidak lebih dari 100MB
Untuk melihat status pesananmu, bisa melalui email atau ke halaman Cek Status Pesananku
| Kategori Buku | : Anak |
| Penulis | : Sulekah |
| Jumlah Halaman | : 30 halaman |
| Dimensi | : 14 x 14 cm |
| ISBN | : Proses |
| E-ISBN | : Proses |
| Tahun Terbit | : 2026 |
| Editor | : Hj. Sumiyani |
| Desain & Penata Letak | : Pitriyani |
Di sebuah hutan yang indah, hiduplah seekor kelinci yang dikenal karena sikapnya yang sombong. Ia selalu merasa dirinya paling hebat, paling rapi, dan paling berbakat dibanding teman-temannya, yaitu tupai, landak, dan kura-kura. Sikap itu membuat teman-temannya enggan dekat dengannya. Suatu hari, tupai menemukan sebuah kaca antik misterius di tepi sungai. Ketika kelinci melihat bayangannya di kaca tersebut, ia justru melihat dirinya berdiri sendirian tanpa teman. Dari situlah kelinci mulai menyadari bahwa kesombongan telah membuatnya dijauhi.
Kaca ajaib itu ternyata dapat memperlihatkan jati diri masing-masing. Tupai melihat dirinya sebagai sosok yang suka berbagi, sedangkan kelinci melihat akibat dari sikap buruknya sendiri. Dengan bantuan nasihat teman-temannya, kelinci akhirnya meminta maaf dan berusaha berubah menjadi lebih ramah, peduli, dan suka menolong. Sejak saat itu, persahabatan mereka menjadi semakin erat, dan kaca antik tersebut disimpan sebagai pengingat bahwa persahabatan jauh lebih berharga daripada kesombongan.
Petualangan mereka berlanjut ketika kaca itu menunjukkan sebuah gua rahasia di tepi sungai. Di sana mereka menemukan pesan bahwa harta yang sesungguhnya ada pada persahabatan. Setelah itu, muncul seorang penjaga hutan tua yang menjelaskan bahwa kaca dan batu bercahaya yang mereka temukan adalah hadiah bagi mereka karena telah membuktikan arti kebersamaan. Sejak itu, hutan menjadi semakin subur, damai, dan penuh kebahagiaan. Cerita ini mengajarkan bahwa kerendahan hati, kerja sama, dan saling menghargai adalah kunci terciptanya kehidupan yang harmonis.
Keyword : Kelinci, yang, Sombong, jejakpublisher, jejak publisher, jejak, publisher, Kelinci yang Sombong, Kelinci yang Sombong jejak publisher, Kelinci yang Sombong jejakpublisher