Pilih produk yang ingin anda beli. Klik Detail, lalu klik tombol Add to Cart
Klik tombol View Your Cart yang ada di atas halaman (header) sehingga muncul pop up keranjang belanja. Klik tombol Check Out With
Isikan alamat tujuan pengiriman, kemudian klik tombol Terapkan untuk menampilkan opsi layanan pengiriman yang diinginkan. Pilih salah satu layanan pengiriman. Kemudian Isi detail pengeriman seperti nama, nomor telpon dan lain-lain.
Kirim bukti transfer di halaman Konfirmasi Transfer. Bukti transfer berformat gambar dan tidak lebih dari 100MB
Untuk melihat status pesananmu, bisa melalui email atau ke halaman Cek Status Pesananku
| Kategori Buku | : Non Fiksi |
| Penulis | : Abdi Rahmat, M. Si; Devi Septiandini, M. Pd; Ike Arriany, M. Pd; Ginola Muhammad Safier |
| Jumlah Halaman | : 367 halaman |
| Dimensi | : 14 x 20 cm |
| ISBN | : 62-423-3743-906 (QRCBN) |
| E-ISBN | : 62-423-3743-906 (QRCBN) |
| Tahun Terbit | : 2026 |
| Editor | : Tsanaa Mahara Haq, S.Hum. |
| Desain & Penata Letak | : Meditation Art |
Apa yang terjadi ketika sebuah desa berdiri di tengah derasnya arus pariwisata, modernisasi, dan perubahan sosial?
Desa Palasari bukan sekadar sebuah wilayah di kawasan pariwisata Cipanas. Ia adalah ruang hidup tempat masyarakat terus bernegosiasi dengan perubahan—antara pertanian dan pariwisata, tradisi dan modernitas, keterbatasan dan peluang.
Di balik geliat ekonomi desa, terdapat BUMDes yang berupaya membangun kemandirian, wanita tani yang menjaga ketahanan ekonomi keluarga melalui kreativitas dan sumber daya lokal, serta bisnis penginapan yang mempertemukan warga dengan wisatawan dalam relasi sosial yang semakin kompleks. Di saat yang sama, Ngaos, Mamaos, dan Maenpo menjadi penanda identitas yang terus diuji oleh perubahan zaman.
Namun, pembangunan tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi. Di Palasari, ia juga menyentuh persoalan penerimaan program KB, cara masyarakat memaknai pendidikan, hingga peran pemuda sebagai agen perubahan. Di balik semua potensi itu tersimpan tantangan struktural: keterbatasan akses pendidikan, modal, keterampilan, dan risiko ketimpangan yang dapat muncul ketika perubahan tidak dinikmati secara merata.
Menemukan Resiliensi di Palasari mengajak pembaca melihat desa bukan sebagai ruang yang tertinggal, melainkan sebagai masyarakat yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berinovasi, dan menentukan masa depannya sendiri. Buku ini menunjukkan bahwa keberlanjutan pembangunan tidak harus berarti meninggalkan akar budaya, tetapi justru dapat tumbuh dari kekuatan komunitas, pengetahuan lokal, dan keberdayaan masyarakat.
Pada akhirnya, masa depan Palasari bergantung pada satu pertanyaan penting: mampukah modernisasi berjalan tanpa mencabut akar yang membuat sebuah desa tetap menjadi dirinya sendiri?
Keyword : Menemukan, Resiliensi, di, Palasari, –, Sintesis, atas, Potensi, dan, Tantangan, Pembangunan, Desa, Palasari,, C, jejakpublisher, jejak publisher, jejak, publisher, Menemukan Resiliensi di Palasari – Sintesis atas Potensi dan Tantangan Pembangunan Desa Palasari, C, Menemukan Resiliensi di Palasari – Sintesis atas Potensi dan Tantangan Pembangunan Desa Palasari, C jejak publisher, Menemukan Resiliensi di Palasari – Sintesis atas Potensi dan Tantangan Pembangunan Desa Palasari, C jejakpublisher