Pilih produk yang ingin anda beli. Klik Detail, lalu klik tombol Add to Cart
Klik tombol View Your Cart yang ada di atas halaman (header) sehingga muncul pop up keranjang belanja. Klik tombol Check Out With
Isikan alamat tujuan pengiriman, kemudian klik tombol Terapkan untuk menampilkan opsi layanan pengiriman yang diinginkan. Pilih salah satu layanan pengiriman. Kemudian Isi detail pengeriman seperti nama, nomor telpon dan lain-lain.
Kirim bukti transfer di halaman Konfirmasi Transfer. Bukti transfer berformat gambar dan tidak lebih dari 100MB
Untuk melihat status pesananmu, bisa melalui email atau ke halaman Cek Status Pesananku
| Kategori Buku | : Agama |
| Penulis | : Rizal Pahlefi, S.TH., M.Ag. |
| Jumlah Halaman | : 134 halaman |
| Dimensi | : 14 x 20 cm |
| ISBN | : Proses |
| E-ISBN | : Proses |
| Tahun Terbit | : 2025 |
| Editor | : R. Fitria H |
| Desain & Penata Letak | : Meditation Art |
Dalam
mempelajari ilmu tajwid, penentuan makhraj al-ḥurūf merupakan hal yang
sangat penting. Hal ini menuntut adanya kejelasan dalam pengucapan setiap
huruf, sebab makhraj menjadi dasar pembeda antara satu huruf dengan huruf
lainnya yang sekilas terdengar sama, namun pada praktiknya berbeda. Perbedaan
tersebut seringkali dipengaruhi oleh latar belakang dialek dan aksen yang
dimiliki setiap individu.
Sebagai
contoh, di Indonesia kita dapat membedakan seseorang yang berasal dari suku
tertentu hanya melalui cara bicaranya. Meskipun ia lancar menggunakan bahasa
lain, namun aksen atau dialek tetap menjadi ciri khas yang sulit dihilangkan.
Akan tetapi, apabila tata cara pengucapan dan dialek tersebut dipelajari dengan
sungguh-sungguh, maka perbedaan itu dapat diminimalisasi hingga terdengar sama
seperti penutur aslinya. Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab yang memiliki
beragam dialek. Para ulama bahasa, seperti Khalīl bin Aḥmad al-Farāhīdī dan
muridnya Sībawayh, menjelaskan makhraj dan sifat huruf agar kaum non-Arab dapat
menyesuaikan dengan bahasa Arab fusḥā, sehingga bacaan Al-Qur’an tetap sesuai
dengan pengucapan Nabi Muhammad ﷺ dan
terhindar dari kesalahan makna.
Tulisan sederhana ini penulis hadirkan berangkat dari keresahan ketika
mendengar santriwan dan santriwati yang dengan cepat mengalami perubahan dalam
melafalkan huruf. Hal tersebut terjadi karena kurangnya konsistensi dalam
pengucapan. Dari situlah muncul upaya untuk menjelaskan makhārij al-ḥurūf dan
ṣifāt al-ḥurūf berdasarkan penjelasan para ulama ahli tajwid.
Adapun pembahasan tentang sifat huruf dalam tulisan ini hanya disajikan
secara umum. Penjelasan yang lebih rinci, insya Allah, akan dibahas dalam buku
tersendiri. Hal ini dirasa penting karena masih banyak santri tingkat dasar di
Indonesia yang mengalami kesulitan dalam melafalkan huruf-huruf Arab yang
terdengar serupa.
Penulis berharap tulisan ini dapat memberi manfaat, menjadi amal
jariyah, serta menjadi jalan pahala bagi penulis, para ustaz dan ustazah, serta
seluruh guru yang senantiasa ikhlas membimbing dan menebarkan ilmu.
Keyword : Pengantar, Makhārijul, Ḥurūf, jejakpublisher, jejak publisher, jejak, publisher, Pengantar Makhārijul Ḥurūf, Pengantar Makhārijul Ḥurūf jejak publisher, Pengantar Makhārijul Ḥurūf jejakpublisher